Aside

Alhamdulillah hi robbil alamin. Aku berhasil mempersembahkan prestasi lagi bagi sekolahku tercinta SMK Negeri 12 Malang. Juara 2 Essai di acara My Cafe yang diselenggarakan di MAN 3 Malang. Prestasi yang sangat aku tidak duga akan aku dapat. Padahal aku merasa gak bisa dalam hal karang mengarang. Tapi ya mau gimana lagi yang namanya rejeki. Dan akhirnya aku bisa maju ke depan waktu upacara. Dan keinginanku untuk menyebut nama guru avoritku bu kartika kesampaian juga.

Sambutannya udah dulu deh. Langsung aja ke essai yang udah aku buat. So, check it out.

KAU BERIKAN CAHAYA UNTUKKU

“Guru adalah seorang pengajar dan orang yang memberikan ilmunya kepada kita. Guru hanyalah sebuah profesi. Guru mengajar di kelas, memberikan ilmu yang telah ia peroleh kepada muridnya, dan setelah itu guru akan mendapatkan imbalan berupa gaji yang ia terima.”. Dan masih banyak lagi definisi dari seorang guru yang mungkin ada di pikiran kita. Memang cukup banyak definisi dari seorang guru. Jika kita melihat dari berbagai aspek yang berbeda, tentu definisi yang kita dapatkan pastinya juga berbeda. Banyaknya definisi dari guru itu sendiri terkadang membuat makna dari guru itu menjadi kabur. Tersamarkan oleh beragamnya pandangan masyarakat tentang seorang guru .

Dengan semakin majunya peradaban manusia, makna guru yang sebenarnya sering terlupakan oleh genarasi muda saat ini. Kita sebagai siswa sering mengabaikan betapa berat dan panjang perjuangan seorang guru dalam menyampaikan semua ilmu yang ia miliki kepada anak didiknya. Kita seolah menutup mata atas semua yang telah guru lakukan untuk kita. Bahkan mungkin yang terlintas di pikiran kita adalah “guru dibayar untuk mengajarkan saya dan saya harus mendapatkan ilmu yang saya inginkan karena saya sudah membayar guru”. Kita tidak akan peduli apapun kondisi guru ketika mengajar. Apakah ia senang ataupun kesulitan dalam mengajarkan ilmu kepada kita. Yang kita tahu hanyalah saya sudah membayar dan saya harus dapat ilmu dari guru. Sungguh pemikiran yang sangat kejam dan sangat tidak rasional. Bagaimana mungkin kita tidak membuka mata atas kondisi guru yang sebenarnya ? Bagaimana bangsa ini bisa maju jika kita tidak mempunyai perhatian terhadap guru kita sendiri. Bagaimana generasi ini bisa cerdas jika sang perantara ilmu itu sendiri (guru) seolah dijadikan budak dalam memberikan ilmu ? Hal – hal seperti inilah yang semakin mengurangi penghargaan kita terhadap perjuangan seorang guru.

Apapun pandangan kita terhadap guru, namun ada satu hal yang haru diperhatikan. Bahwa guru itu selalu memberikan inspirasi kepada muridnya. Ya, selain memberikan ilmu, guru juga berperan sebagai sumber inspirasi. Bagaimana Albert Einstein bisa menemukan ilmu fisika jika ia tidak belajar dari seorang guru. Bagaimana W.S Rendra bisa membuat puisi yang indah jika ia tidak belajar dari gurunya. Dan bagaimana juga kita dapat mengerjakan semua soal UAN jika kita tidak mendapatkan ilmu dari seorang guru. Dengan buku ? It’s not enough. Ya, itu tidak cukup bagi kita jika hanya dengan membaca buku. Disadari ataupun tidak  kita pasti membutuhkan guru yang dapat memberikan inspirasi – inspirasi kepada kita dalam melakukan banyak hal.

Contoh kecil saja kita berbicara di depan orang banyak. Darimana kita bisa tahu cara berbicara di depan banyak orang ? Dari orang lain khan ? Secara tidak langsung kita telah belajar kepada seorang guru. Meskipun pekerjaan orang tersebut bukanlah guru. Dalam menyalurkan ilmunya, guru telah memberikan inspirasi – inspirasi hidup tentang bagaimana hidup dengan baik. Pengalaman, pelajaran, teguran, nasihat, dan semua yang telah diberikan seorang guru kepada kita adalah sumber inspirasi bagi kita. Dengan pengalaman yang ia berikan, itu akan memberi inspirasi dalam menghadapi kehidupan ini. Kita bisa menggunakan pengalamannya, baik yang pahit ataupun manis, dalam berjuang dalam kehidupan, misalnya saja berjuang dalam ujian. Dengan teguran dan nasihat tentu akan menginspirasi kita untuk menjadi lebih baik. Guru memberikan amarah kepada kita, akan semakin mengobarkan semangat kita menjadi lebih baik lagi. Semakin membuat kita mencari solusi-solusi dari permasalah yang ada. Sehingga melalui gurulah kita mendapatkan inspirasi untuk menjadi lebih baik lagi.

Semakin banyak pengalaman, pengajaran, teguran, dan nasihat yang kita dapat dan telah disampaikan oleh guru, inspirasi – inspirasi positif tidak akan pernah habis. Kita akan terus data bertahan karena kita mempunyai seorang guru. Kita akan menjadi sukses karena guru telah menginspirasi kita untuk menjadi sukses. Guru tidak akan pernah takut tersaingi oleh muridnya yang lebih pintar dari dia. Guru akan bangga jika melihat murid didiknya sukses. Guru selalu memberikan ilmu – ilmu yang tidak dapat kita peroleh dari diri kita sendiri ataupun dari buku. Guru bisa memberikan segala ilmu dan pengalaman yang ia miliki kepada kita. Karena guru adalah sumber inspirasi kita. Guru adalah matahari penerang. Guru bagaikan cahaya yang terus menjadi penerang dalam gelapnya kehidupan kita. Teacher is my sun.

Teacher is my sun.

Ya, bagiku guru adalah penerangku. Bu kartika selalu memberikan aku penerangan untuk aku bsa menjadi lebih baik lagi. Bisa memberikan prestasi-prestasi. Thank you my favorite and my great tacher Mrs. Kartika Ajeng Anggraeni. You are my sun. ^_^

Guru Berikan Cahaya Untukku

Advertisements

2 comments on “Guru Berikan Cahaya Untukku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s